(SMART CONFIDENT, EPS 1)

"Lain lubuk lain airnya lain pula ikannya
Lain orang lain kepala lain pula hatinya"

Sebuah lirik lagu berjudul "lain kepala lain hati" dari sang maestro dangdut H. Rhoma Irama. Sederhana namun syarat makna.

Banyak diantara kita, atau mungkin saya pribadi masih terpasung pikiran untuk menganggap bahwa semua orang mesti sama dengan apa yang kita pikirkan. Kita sering terjebak disaat ada diantara kita yang berbeda menjadi hal akan mengganggu kelangsungan hidup kita. Kita juga seakan sering beranggapan bahwa hanya pendapat kitalah yang paling benar.

Lalu apa hubungannya dengan lirik lagu di atas, begini setiap orang lahir dan berkembang di lingkungan yang berbeda-beda maka tentunya akan menghasilkan pribadi dan karakter yang berbeda pula, saat kita menyadari hal tersebut maka akan lahir suasana saling menghormati dan menghormati.

Dalam Surat ke 49.Al-Hujarāt : 13, Alloh SWT berfirman ;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

Jadi kita memang terlahir berbeda dengan yang lain, tugas kita hanyalah bagaimana kita saling mengenal agar muncul sifat saling menghormati dan menghargai. Perbedaan itu bukanlah sebuah petaka.

Bukankah rumah yang menjadi tempat tinggal kita terbuat dari bahan bangunan yang berbeda, bukankah sebuh gitar mampu mengeluarkan nada dikarenakan senar yang satu dengan yang lain berbeda? Ya perbedaan bukanlah tanda musibah selama kita mampu mengelolanya dengan baik.

Lalu bagaimana agar kita mampu menerima perbedaan orang lain?

Mulailah dengan mendefinisikan kualitas unik Anda. Beberapa contohnya agama, budaya, pola makan (jika Anda vegetarian, dll), riwayat medis, kecacatan, dan karakteristik fisik. Buat daftar semua kualitas yang berbeda ini dan terima semuanya secara sadar. Cermati daftarnya dan katakan atau bisikkan kepada diri sendiri, “Aku terima kualitas unikku. Aku mungkin beda sama yang lain, tapi bukan berarti aku nggak positif. Aku terima keyakinan dan nilai-nilaiku yang unik. Itu sama penting dan kredibelnya dengan keyakinan orang lain.”

Jika Anda mulai berpikir negatif seperti, “Ini bikin aku jadi nggak cukup bagus,” terkait salah satu kualitas unik diri, katakan dalam hati, “Nggak, aku terima ini kok. Ini nggak terlalu buruk. Ini bagian dari diriku.

membedakan  diri sendiri dengan orang lain dengan berpikir Anda berbeda malah sesungguhnya bisa melindungi penghargaan diri dalam situasi tertentu. Katakan kepada diri sendiri, “Ya, aku beda. Ya, aku unik. Aku keren dan hebat. Nggak ada yang bisa ngubah itu!”

Ubah sudut pandang Anda terhadap kualitas unik diri. 
Mungkin Anda melihat kualitas yang berbeda sebagai kekurangan, tetapi sesungguhnya bukan. Itu yang membuat Anda istimewa. Berusahalah untuk memberi makna setiap karakteristik unik yang Anda miliki.

Contohnya, andaikan Anda memiliki keterbatasan fisik, bagaimana keterbatasan tersebut membantu Anda bertumbuh? Apa yang sudah Anda pelajari dari itu dan nilai apa yang Anda dapatkan? Banyak orang mendapati bahwa perjuangan memberikan mereka pelajaran kehidupan yang bagus, terutama untuk menghargai dan bersyukur atas yang mereka miliki, alih-alih berfokus pada apa yang tidak mereka miliki.

Hindari memikirkan kekurangan.
Jika Anda berpikir, “Aku nggak cukup bagus, nggak ganteng-ganteng amat, nggak cukup pinter.” Ubah pemikiran seperti itu menjadi, “Aku cukup bagus untuk diriku sendiri. Aku nggak harus jadi yang terpinter atau terganteng supaya ngerasa puas dengan diri sendiri. Beginilah aku dan aku menyukai diriku sendiri karena itu.”

Sadari kesamaan apa yang Anda miliki dengan orang lain.
Jangan mendefinisikan diri sebagai orang yang benar-benar berbeda. Itu bisa memicu perasaan dikucilkan, ditinggalkan, atau ditolak. Alih-alih, cermati seberapa serupa Anda dengan orang lain.

Jika Anda merasa amat berbeda dari orang-orang tertentu, identifikasi kesamaan kalian, contohnya, kalian sama-sama manusia, memiliki ketertarikan yang sama, atau berbicara menggunakan bahasa yang sama. Anda akan segera menyadari betapa miripnya kita dalam aspek-aspek tertentu.

Berbanggalahatas latar belakang Anda.

Berbeda itu tidak sepenuhnya buruk. Rangkul karakteristik unik Anda yang tumbuh berdasarkan pola pengasuhan, budaya, dan nilai-nilai dalam keluarga.

Temukan aspek positif budaya unik Anda dan berfokuslah pada itu. Contohnya, komponen budaya mencakup: bahasa, agama, tradisi, pakaian, hari libur, nilai-nilai, standar, peran gender, peran sosial, pekerjaan, dan masi banyak lagi.

Selamat menyelami dan mempelajari diri. Tunggu seri "Smart Confident" selanjutnya.